Kumpulan informasi dan permasalahan serta solusi sepeda motor


Tampilkan postingan dengan label Karburator. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karburator. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Oktober 2009

Setting Karbu Motor Standar Korek Harian

Setting Karbu Motor Standar Korek Harian

Meski kita bisa pertahankan karbu standar bawaan pabrik. Korek harian 4-tak tetap perlu ubah setingan pada mesin standart motor seperti papas KEM menjadikan kompresi sudah naik dan kem dikorek, karbu sebagai pemasok gas bakar harus disesuaikan,” Tutur yang di sampaikan Ibe mekanik Bengkel BIM’S di kawasan Ps.Minggu-Jaksel.

Tips yang amat simpel nyeting main-jet dan pilot-jet. “Tidak pake patokan. Soalnya karakter masing-masing motor beda. Kuncinya, rasakan saja dampak di mesin,” Imbuh Sang Mekanik
Lakukan penyetelan gas dan angin secara maksimal. “Jika teriakan mesin pada setelan gas tertinggi kurang njerit, berarti main-jet memang kurang dan harus di naikan angkanya.

Coba naikan 5 angka dulu dari angka standar pabrikan. Setelah itu, coba tarik gas. Jika pada gas tinggi tampak kayak ada kosong, alias ada jeda pada pasokan bensin. “Itu main-jet masih kurang. Bisa naikan satu step lagi, atau jadi 7 atau 7,5 angka. Biasanya, untuk kenaikan itu sudah cukup tinggi.

Sebaliknya, jika saat digas malah terasa mbrebet di putaran atas. Itu artinya, kenaikan main-jet yang dilakukan terlalu besar dan harus diturunin. Selain mbrebet, setelan main kegedean juga berdampak bensin boros. “Bensin terbuang dan nggak terbakar maksimal. Bisa dilihat di busi. Kalau cepat sekali hitam, berarti setelan kegedean pas.

Sementara untuk setelan pilot-jet, gejalanya juga dideteksi dengan beberapa hal. Gejala pertama, jika motor susah hidup setelah dilakukan korekan. “Atau setelah hidup, tapi pada putaran bawah tampak seperti ada kosongnya. Kayak bensin enggak jalan. Itu artinya pilot-jet perlu dinaikan,” katanya.

Cara menaikan juga bertahap. “Sama kayak kenaikan main-jet, coba dinaikan 5 angka dulu,” Ancer-ancer kebiasan yang dilakukan untuk para pelanggannya, Ibe menyetel pilot-jet maupun main–jet untuk motor standar korek, pas pada penambahan antara 5 sampai 7,5 angka.

Tentu saja, tergantung karakter korekan dan jenis karburator. “Tapi dari pengalaman, setingan pilot dan main-jet motor enggak pernah sampai 10. Jenis karburator standar pabrik. Kini motor tunggangan Anda akan sedikit mengalami perubahan pada saat motor di pacu dengan putaran mesin tinggi tapi akan membuat sedikit pasokan bensin yang keluar akan lebih boros.

Tapi perlu di pahami setiap motor akan ada perbedaan pada setiap motor, maka harus dengan cermat serta teliti menjadikan motor bisa membesut kencang di jalan. Dan perlu di ingat hati-hati di jalan saat anda mengendarai motor anda tetaplah untuk konsen saat mengendarai tunggangan Anda di jalan.

Minggu, 11 Oktober 2009

no image

Masalah Karburator Pada Kawasaki Ninja 150RR

Rata-rata keluhan para pengguna Ninja bersumber dari permasalahan di karburator.

Untuk model Ninja RR problem yang kerap ditemui adalah bukaan gas yang suka 'nyangkut'. Gejala ini bisa dideteksi dengan terasa beratnya grip gas atau putaran mesin tidak langsung turun saat gas dipelintir dalam-dalam. "Tabung skep tidak memiliki lapisan krom sehingga pergerakan naik turunnya tabung kurang lancar,"

Padahal, lanjutnya, kenikmatan mengendarai sebuah sepeda motor salah satunya dari karakter mesin yang mudah dikendalikan lewat respons pada 'betotan' gas-nya.

Solusi yang paling jitu untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengganti tabung skep karburator standar tadi dengan milik karburator Keihin PE 28. Bisa juga menggunakan tabung skep PWL 28 . Jika punya dana cukup, solusi paling mudah dengan mengganti total karburator standarnya dengan karburator Keihin PWK 28 atau Keihin PE 28 milik Honda NSR SP.

Setelah itu jangan lupa merawat kebersihan karburator dengan menjaga kebersihan saringan udara/air filter. Gunakan produk orisinal karena dari produsennya sudah dirancang untuk melayani kebutuhan Ninja.

Rutin membersihkan karburator dua bulan sekali juga baik untuk menjaga performa motor tetap optimal. Jika sering melintasi jalan berdebu, rutinitas pembersihan karburator bisa dipercepat.

[Courtesy to anti_slank]
Sumber : Kaskus.us

Selasa, 16 Desember 2008

no image

BEDA KARBU FLAT DAN BIASA

Assalamualaikum Wr.Br...Langsung aja, aku punya Suzuki Shogun 2001 yang ingin dikonsultasikan.
1.Apa yang membedakan antara karburator flat dengan karburator standar?

3. Apakah dengan menggunakan karburator flat bisa maksimalkan kompresi juga menghasilkan tenaga besar?

4. Untuk maksimalkan kompresi ruang bakar apakah permukaan silinder head harus dipapas? kalau benar berapa banyak papasannya?

5. Gimana kalau piston di ganti atau dicoak supayamenghasilkan turbulensi dan kecepatan?

Aditya Gilang, Bandar Lampung


1. Karburator model flat adalah alat penyuplai gas bakar yang punya skep berbentukdatar, bukan bulat (piston) seperti skep karburator pada umumnya. Tentu saja model karbu seperti ini lebih disukai lantaran campuran udara dan bahan bakar lebih cepat terisap dibanding model bulat. Apalagi jika alat ini didukung piranti tambahan macam pompa injektor dan pilot air jet yang bisa disetel. Suplainya bukan cuma tepattapi juga empurna pengabutannya.
Kelebihan karbu ini moncong yang menuju intake langsung kebawah (tidak ke belakang). Sehingga tidak perlu intake panjang gas bakar cepat sampai ruang bakar.

2. Ya tidak ada dampak buruknyadong kalau memang setingan yang dilakukan sudah pas. Tapi, kalau tidak pas biasanya motor sulir hidup, nembak-nembak (gejala kekurangan bensin) atau suka timbul gejala ngok diputaran bawah ke tengah atau diatas (tanda kelebihan bensin).

3. Pasti dong. Apalagi kalau melihat kelebihan spek yang dimiliki karbu model flat dibanding biasa.

4. Biasanya seh seperti itu. Tapi, ada juga lohmekanik yang melakukan perubahan atau memaksimalkan volume ruang bakar dengan cara tidak main papas silinder head. Seperti menipiskan paking head atau melepas ring busi agar elektrodanya bisa lebih maju lagi. Dengan demikian ruang bakar jadi sempit dan kompresi naik. Tapi, kalau ingin melakukan pemapasan daging head baiknya seh jangan lebih dari 0,5 mm. Jika lebih resikonya klep bisa nyundul kepala seher.

5. Kalau kepala piston diganti type high comprestion untuk mendapatkan turbulensi yang baik sih oke. Namun harus atur ulang lubang dudukan payung klep dikepala seherdan dibibir kubah dome. Tapi, kalau bentuk kepala piston dicoak yang terjadi bukan cumapenurunan kompresi, namun juga menurunkan kualitas kekuatan piston., Ayo pilih mana?


MOTORPLUS nO:460/VIII 22 DES 2007